TUGAS KELOMPOK
AGAMA ISLAM
DOSEN : H. Baidillah Riyadhi
M.Ag
DISUSUN OLEH :
Kelompok 8
Ø
Dodi Edward Prihansyah
32012050
Ø
Muhammad Sutrisna
3201205092
POLITEKNIK
NEGERI PONTIANAK
2013
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur dengan
hati dan pikiran yang tulus kehadirat Allah SWT, karena berkat nikmat, ma’unah
dan hidayah-Nya penulis dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah ini
dengan baik tanpa ada halangan apapun.
Shalawat dan salam
dihaturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya yang setia
mengorbankan jiwa raga dan lainnya untuk tegaknya syi’ar islam, yang pengaruh
dan manfaatnya hingga kini masih terasa.
Selanjutnya makalah
ini disusun dalam rangka untuk menambah wawasan bagi pembaca untuk lebih
mengenal dan memahami hadist tentang kedermawanan.Terlepas dari itu makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah.
Disadari bahwa tulisan
ini masih banyak memiliki kekurangan, baik dari segi isinya, bahasa, analisis,
dan lain sebagainya. Untuk ini, saran dan kritik pembaca dengan senang hati
akan penulis terima, diiringi ucapan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Pontianak,25 April 2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Islam adalah suatu
agama yang sangat menekankan agar orang menginfakkan harta kekayaannya di jalan
yang baik, dan mencela tabiat kikir yang tidak mau mengulurkan tangan membantu
orang lain. Oleh karena itu islam sangat menghendaki agar para pemeluknya
bersikap murah hati dan dermawan. Dalam hal itu islam menganjurkan supaya
sesama kaum muslimin berlomba-lomba mengejar kebajikan, dan menjadikannya
sebagai kegiatan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap muslim wajib
untuk hidup ekonomis dan membatasi kepentingan sendiri untuk kepentingan orang
lain. Ia harus rela dan ikhlas orang lain turut menikmati karunia Allah SWT
yang dilimpahkan kepadanya.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa
pengertian dermawan?
2. Apa
saja keutamaan dari sifat dermawan?
3. Apa
saja karakteristik sifat dermawan?
4. Bagaimana
contoh sifat dermawan dalam kehidupan sehari-hari?
C.
TUJUAN
Makalah ini dibuat
untuk memenuhi tugas mata kuliah Agama Islam
dan
pembelajarannya yang diampu oleh Bapak H. Baidilah.
Selain itu makalah ini dibuat untuk memberikan pengetahuan mengenai sifat
Dermawan bagi para pembaca
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Sifat dermawan adalah
sifat yang harus ditanamkan dalam diri setiap muslim. Menurut kamus bahasa
indonesia, dermawan diartikan sebagai pemurah hati atau orang yang suka
berderma (beramal dan bersedekah). Menurut istilah dermawan bisa diartikan
memberikan sebagian harta yang dimilikinya untuk kepentingan orang lain yang
membutuhkan dengan senang hati tanpa keterpaksaan. Orang yang dermawan adalah
orang yang senang jika bisa membantu orang lain yang sedang ditimpa kesusahan.
Dengan memiliki sifat yang dermawan maka hidupnya akan lebih bahagia karena
dengan kedermawanannya maka akan melapangkan dadanya. Secara sosial orang yang
dermawan akan disenangi banyak orang, sehingga orang pun tidak enggan untuk
bergaul dengannya. Sedangkan kebalikannya adalah sifat tamak.Orang yang tamak
hidupnya selalu tidak tenang.
2. KEUTAMAAN DERMAWAN
Dermawan memiliki beberapa keutamaan,
seperti:
Ø Menyelamatkan
seseorang dari kekufuran
Sifat dermawan dapat menghindarkan seseorang dari kekufuran, karena dengan
sifat dermawan akan melatih seseorang untuk tidak kufur nikmat atau dapat
dikatakan sombong dengan apa yang telah ia miliki. Ia akan selalu berfikir dan
bersyukur dengan apa yang ia miliki semua adalah pemberian dari Allah SWT dan
didalam sebagian hartanya ada hak-hak orang lain yang haris diberikan.
ketika
kedermawanan itu kita wujudkan dalam bentuk uluran tangan mengentaskan
saudara-saudara kita dari kemiskinan, sebagaimana pernah dikhawatirkan oleh Baginda
Rasulullah Muhammad SAW bahwa “Kemiskinan lebih dekat dengan
kekufuran”.
Ø Akan diberi
kemudahan dari segala persoalan hidup yang dihadapinya
Ø Membersihkan
dan mensucikan
Dapat
mencegah murka Allah,
Semua
orang pasti ingin hidup berkecukupan atau bahkan kaya. Namun, banyak yang
keliru duga, ia mengira bahwa perbuatan kikir akan mangantarkannya menjadi
seorang yang kaya raya. Padahal, itu logika setan saja. ''Setan
menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat keji
(kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepada kalian.Dan
Allah mahaluas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.''(QS.Al-Baqarah [2]:
268).
Dapat
menghapus dosa dan diselamatkan dari api neraka.
Sabda
Rasulullah saw dalam hadits riwayat Ibnu Abbas ra yang artinya :
“Menyingkirlah
kamu sekalian dari dosa orang yang dermawan, karena sesungguhnya Allah akan
membimbing tangannya setiap kali dia jatuh.”
Mendapatkan
pahala yang berlipat ganda
Dalam
hadis lain Rasulullah SAW bersabda, ''Harta tidak akan berkurang dengan
disedekahkan, dan Imam An-Nawawi menjelaskan, bahwa hadis ini mengandung
dua pengertian. Pertama, sedekah itu diberkahi (di dunia) dan karenanya ia
terhindar dari kemudharatan. Dan kedua, pahalanya tidak akan berkurang di
akhirat, bahkan dilipatgandakan hingga kelipatan yang banyak.
Hadits
yang diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih juga menjelaskan : Nabi SAW
bersabda : "Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah. Dia mencintai
kemurahan.Dan mencintai akhlak mulia serta membenci akhlak yang
buruk."
3. KARAKTERISTIK DERMAWAN
Memberi
tanpa mengharapkan imbalan
Seseorang yang
benar-benar dermawan tidak akan pernah mengharapkan sedikitpun imbalan setelah
dia membantu orang lain. Entanh itu dengan harta atau dengan hal-hal lain yang
dibutuhkan oleh orang lain. Orang tersebut akan memberikan bantuan dengan hati
yang ikhlas, walaupun bantuan yang ia berikan hanya sedikit.
Perumpamaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan
Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada
tiap-tiap butir ; seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bai siapa
yang dia kehendaki.Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha
mengetahui”. (QS. Al-Baqoroh : 261)
Tidak mengharapkan
pujian (Riya’)
Seseorang yang
dermawan ketika menyumbang, mereka tidak perlu di sebut-sebut jumlah
sumbangannya, agar dipuji oleh orang lain karena kebaikan yang telah ia
lakukan kepada orang lain yang membutuhkan bantuan.
Bahkan jika ingin
memberikan bantuan, seseorang yang dermawan akan memberikan bantuan apapun
tanpa ada seseorang yang menetahuinya. Ia hanya berkeyakinan bahwa apapun yang
ia lakukan untuk membantu orang lain hanyalah mengharap Ridho dari Allah SWT.
memiliki
perhatian besar terhadap orang yang menderita
seseorang yang
dermawan selalu memiliki kepekaan terhadap orang-orang yang benar-benar
membutuhkan bantuan. Baik itu dari lahiriah ataupun batiniah.Ia akan memberikan
perhatian dan membantu tanpa harus ada yang menyuruh, karena hatinya secara
otomatis akan tergerak untuk membantu.
Jika
kebetulan tidak dapat membantu maka haruslah menolak dengan halis
dan meminta maaf karena tidak dapat membantunya.
Allah mencintai
seseorang yang sopan dan dapat menghargai orang lain. Ketika kita tidak dapat
membantu orang lain maka kita dapat menolaknya dengan halus tanpa harus
menyakiti hati orang yang meminta bantuan, sehingga orang tersebut dapat
mengerti dan memahami mengapa kita tidak dapat memberikan bantuan.
Dengan
meyakini bahwa harta yang kita miliki pada hakikatnya bukan milik kita, maka
akan membuat kita ringan saat mengeluarkan dan mambelanjakannya di jalan yang
diridhai Alla
4. CONTOH
DERMAWAN
Diriwayatkan
bahwa Aisyah tatkala dapat kiriman uang dari Muawiyah sebanyak seratus delapan
puluh ribu dirham, ia membagi-bagikannya kepada masyarakat. Pada sore harinya
Aisyah berkata kepada pembantu perempuannya: Coba sediakan saya makan. Lalu
pembantu itu datang membawa roti dan minyak. Aisyah berkata kepadanya: Aku
tidak dapat memberimu uang satu dirham untuk membeli daging buat besok pagi.
Pembantu itu itu berkata: Kalaulah ibu menyuruh saya mengambilnya, akan saya
lakukan.
Allah
SWT telah berfirman -yg artinya- “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat
haluu’a (keluh kesah lagi kikir). Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh
kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. Kecuali, orang-orang
yang mengerjakan salat.Yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya.Dan orang-orang
yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu.Bagi orang (miskin) yang meminta
dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).” (QS.
Al-Ma’aarij: 19-25).
BAB
III
PENUTUP
Dermawan merupakan
salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki oleh seorang mukmin, karena
dermawan adalah perbuatan yang mencerminkan hubungan antar manusia yang
baik (Hablumminannas), tetapi tidak mengesampingkan hubungannya dengan Allah
(Hablumminallah). Kedermawanan mengajarkan seseorang akan arti sebuah
keikhlasan dan kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan.
Kedermawanan merupakan
salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melatih seseorang dalam mengatur
harta yang dimiliki dengan menyisihkan hartanya dan memberikannya kepada orang
lain yang benar-benar membutuhkan. Sifat dermawan yang dimiliki seseorang akan
membantu mengurangi kesenjangan yang ada, antara si kaya dan si miskin. Karena
didalam perbuatan dermawan yang dilakukan tidak hanya memberikan seseatu yang
dimiliki secara ikhlas tetapi juga adanya hubunagn atau silaturahmi yang baik
antara penderma dan yang menerimanya.
DAFTAR PUSTAKA
Poerwadarminta.1984. Kamus
Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
Muhammad, Abubakar. 1995. Hadits
Tarbiyah. Surabaya:Al-Ikhlas.
Syafe’i Rachmat. 2003. Al-Hadis
Aqidah, Akhlaq, Sosial, dan Hukum. Bandung:CV Pustaka Setia.
Soffandi, Wawan Djunaedi. 2006. Syarah
Hadits Qudsi. Jakarta:Pustaka Azzam.
Laila, Abu. 1995. Akhlak Seorang
Muslim. Bandung:PT Al-Ma’arif.
Al-Qur’an dan Terjemahnya. Al-Jumanatul
‘Ali
Juwariyah. 2010. Hadis Tarbawi. Yogyakarta:Teras.
Hasyim, husaini.1993. Syarah Riyadhush
Shalihin. Surabaya:Bina Ilmu
Ahmad, Firdaus. 1990. 325 Hadis Qudsi
Pilihan. Jakarta:Pedoman Ilmu Jaya
file:///G:/hanaf%20coy/Dermawan%20_%20Al%20Islam-SAFA.htm
snagat bermanfaat gan.. izin buat makalah ya...
BalasHapusasyarh.blogspot.com
sip sip
BalasHapus